Bursa Korea Selatan Terkoreksi Rabu (22/4), Aksi Ambil Untung Tekan Saham Chip

avatar
· Views 627

Bursa Korea Selatan Terkoreksi Rabu (22/4), Aksi Ambil Untung Tekan Saham Chip

 

Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

 

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan ditutup melemah pada Rabu (22/4/2026), seiring aksi ambil untung investor setelah reli yang dipimpin saham semikonduktor membawa indeks ke rekor tertinggi sehari sebelumnya.

 

Melansir Reuters, Indeks acuan KOSPI turun 19,55 poin atau 0,31% ke level 6.368,92. Pada Selasa, indeks ini sempat mencetak rekor tertinggi.

 

Analis Kiwoom Securities Han Ji-young menyebut, pasar saat ini berada dalam fase rotasi sektor.

 

“Pasar domestik bergerak dalam pola rotasi seiring meredam tekanan aksi ambil untung jangka pendek setelah reli yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

Saham-saham semikonduktor yang sebelumnya memimpin penguatan justru terkoreksi.

 

Samsung Electronics turun 0,91%, sementara SK Hynix melemah 0,86% setelah mencetak rekor tertinggi pada sesi sebelumnya.

 

SK Hynix dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal I dalam pekan ini, yang menjadi salah satu fokus pelaku pasar.

 

Di sektor lain, saham LG Energy Solution naik 1,05%. Sementara itu, saham otomotif Hyundai Motor dan Kia Corp masing-masing turun 2,38% dan 1,13%.

 

Saham POSCO Holdings melemah 1,42%, sedangkan Samsung BioLogics naik tipis 0,06%.

 

Dari total 906 saham yang diperdagangkan, sebanyak 289 saham menguat dan 578 saham melemah.

 

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih saham senilai 457,2 miliar won atau sekitar US$ 38,69 juta.

 

Di pasar valuta asing, won Korea Selatan menguat tipis 0,10% ke level 1.478,2 per dolar AS.

 

Sementara itu, di pasar obligasi, yield obligasi pemerintah tenor tiga tahun naik 3 basis poin menjadi 3,363%, dan yield obligasi tenor 10 tahun naik 2,1 basis poin ke 3,693%.

 

Data ekonomi terbaru juga menunjukkan harga produsen Korea Selatan melonjak pada Maret, mencatat kenaikan tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, didorong lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.


Penafian: Pandangan yang dinyatakan adalah semata-mata dari pengarang dan tidak mewakili kedudukan rasmi Followme. Followme tidak bertanggungjawab ke atas ketepatan, kesempurnaan, atau kebolehpercayaan maklumat yang diberikan dan tidak bertanggungjawab untuk sebarang tindakan yang diambil berdasarkan kandungan, melainkan dinyatakan secara bertulis secara jelas.

Suka artikel ini? Tunjukkan penghargaan anda dengan menghantar tip kepada pengarang.
Balas 0
Tiada ulasan lagi. Jadilah yang pertama berkongsi pandangan anda.

  • tradingContest