📉 DATA TENAGA KERJA AS
ADP Jauh di Bawah Ekspektasi, Dolar Tertekan Jelang NFP

Pasar keuangan kembali mendapat sinyal bahwa ekonomi Amerika Serikat mulai kehilangan momentum. Laporan terbaru dari ADP National Employment Report menunjukkan perusahaan swasta hanya menambah 44.000 lapangan kerja pada Juli, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 75.000 dan lebih rendah dibanding revisi bulan sebelumnya yang mencapai 95.000.
Laporan ADP — Juli
44K
Aktual
75K
Ekspektasi
95K
Revisi Bulan Lalu
Data tersebut langsung memicu spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga, sehingga Dolar AS kembali tertekan dan perhatian investor kini beralih ke laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat nanti. Data NFP ini akan mempengaruhi keputusan The Fed untuk menaikan suku bunga selanjutnya.
Jadwal Rilis NFP
Tanggal
7 Agustus
19:30 WIB
Forecast
80K
Previous
57K
Rekrutmen Melambat, Sektor Kesehatan Jadi Penyelamat
Laporan ADP menunjukkan perlambatan perekrutan terjadi di berbagai sektor ekonomi. Seluruh pertumbuhan lapangan kerja praktis hanya berasal dari sektor jasa yang menambah sekitar 47.000 pekerjaan, sementara sektor penghasil barang justru mengalami penurunan sekitar 3.000 pekerjaan.
Sektor Jasa
▲ 47.000
Sektor Barang
▼ 3.000
Kontributor terbesar masih berasal dari sektor pendidikan dan layanan kesehatan dengan tambahan sekitar 36.000 tenaga kerja, disusul sektor keuangan dan jasa profesional. Sebaliknya, sektor perdagangan, transportasi, pertambangan, hingga manufaktur menunjukkan pertumbuhan yang sangat terbatas, bahkan beberapa di antaranya mengalami pengurangan tenaga kerja.
Menariknya, perusahaan kecil dengan jumlah karyawan di bawah 50 orang justru menjadi penyumbang perekrutan terbesar selama Juli.
Gaji Masih Naik, Tanda Pasar Tenaga Kerja Belum Sepenuhnya Lemah
Meski jumlah perekrutan melambat, tekanan upah belum benar-benar hilang. Karyawan yang tetap bekerja di perusahaan yang sama masih menikmati kenaikan gaji rata-rata 4,4% dibanding tahun lalu. Sementara pekerja yang berpindah perusahaan memperoleh kenaikan gaji sekitar 7%, menjadi pertumbuhan tertinggi dalam hampir satu tahun.
Tetap di Perusahaan Sama
▲ 4,4%
Kenaikan gaji rata-rata (yoy)
Pindah Perusahaan
▲ 7%
Tertinggi dalam ~1 tahun
Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian perusahaan masih kesulitan mencari tenaga kerja di sektor-sektor tertentu sehingga harus menawarkan kompensasi yang lebih tinggi.
Dolar AS Masih Tertekan
Perlambatan data ketenagakerjaan membuat Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di sekitar 99.70, mendekati level terendah dalam beberapa pekan terakhir.

Selain dipengaruhi data tenaga kerja yang lebih lemah, dolar juga kehilangan sebagian daya tarik sebagai aset safe haven setelah muncul optimisme mengenai kemajuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Meredanya ketegangan geopolitik membuat investor mulai mengurangi permintaan terhadap dolar dan beralih ke aset berisiko.
Namun pelemahan dolar masih terbatas. Serangan terbaru kelompok Houthi terhadap kapal tanker di kawasan Laut Merah kembali mendorong harga minyak naik, sehingga kekhawatiran inflasi belum sepenuhnya hilang.
Mengapa Data ADP Penting bagi Trader?
Banyak trader menggunakan laporan ADP sebagai gambaran awal sebelum data Nonfarm Payrolls (NFP) dirilis pemerintah AS. Walaupun hasil ADP tidak selalu sama dengan NFP, arah pergerakannya sering menjadi petunjuk awal mengenai kondisi pasar tenaga kerja.
Jika laporan NFP pada Jumat juga menunjukkan pelemahan, peluang The Fed mempertahankan suku bunga kemungkinan akan semakin besar. Sebaliknya, apabila NFP justru lebih kuat dari perkiraan, ekspektasi kenaikan suku bunga bisa kembali menguat dan mendukung penguatan dolar.
Apa yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya?
Saat ini pasar sedang menunggu dua faktor utama yang akan menentukan arah pergerakan dolar dan pasar forex:
📊 Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS — akan memberikan gambaran resmi kondisi pasar tenaga kerja pada Juli.
🌍 Perkembangan geopolitik di Timur Tengah — khususnya negosiasi pembukaan Selat Hormuz dan dampaknya terhadap harga minyak serta inflasi global.
Bagi trader forex, kombinasi data ekonomi dan perkembangan geopolitik ini berpotensi memicu volatilitas tinggi pada pasangan mata uang utama seperti EUR/USD, GBP/USD, hingga pergerakan harga emas dan indeks dolar dalam beberapa hari ke depan.
Penafian: Pandangan yang dinyatakan adalah semata-mata dari pengarang dan tidak mewakili kedudukan rasmi Followme. Followme tidak bertanggungjawab ke atas ketepatan, kesempurnaan, atau kebolehpercayaan maklumat yang diberikan dan tidak bertanggungjawab untuk sebarang tindakan yang diambil berdasarkan kandungan, melainkan dinyatakan secara bertulis secara jelas.

- AKHIR -